PsikoDeks
Buka Kamus Psikologi
Filsafat Psikologi

agnostisisme

agnosticism

Ringkasan Singkat

Posisi skeptis yang menyatakan bahwa kebenaran atau kesalahan dari ide-ide metafisika tertentu, seperti keberadaan Tuhan, tidak dapat diketahui.

Agnostisisme adalah posisi filosofis dan skeptis yang berpendapat bahwa kebenaran atau kesalahan dari proposisi metafisika tertentu tidak dapat diketahui atau dibuktikan. Istilah ini paling sering digunakan dalam konteks doktrin teologis, khususnya mengenai kepercayaan akan keberadaan Tuhan. Kata ini dicetuskan pada tahun 1869 oleh biologiwan asal Inggris, Thomas Henry Huxley, untuk menggambarkan sikap yang tidak mengklaim pengetahuan tentang hal-hal yang tidak memiliki bukti empiris.

Dalam psikologi agama, agnostisisme dipelajari sebagai bentuk orientasi keyakinan yang berbeda dari ateisme maupun teisme. Seorang agnostik tidak serta merta menolak keberadaan Tuhan, tetapi lebih menekankan pada keterbatasan kognitif manusia untuk menjangkau realitas transenden tersebut. Posisi ini sering kali berkaitan dengan keterbukaan terhadap ketidakpastian dan pendekatan rasional-ilmiah terhadap pertanyaan-pertanyaan eksistensial.

Referensi Yang Bisa Anda Gunakan

  • Huxley, T. H. (1889). Agnosticism.
  • APA Dictionary of Psychology.
Ditambahkan: 5 Mei 2026
Diperbarui: 7 Mei 2026

Peringatan Sitasi Akademik

Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.

Feedback